Better Education for Indonesia


Guru
Juli 9, 2011, 10:19 pm
Filed under: Serba-serbi | Tag:

Andaikan saya punya kekuasaan, kegunaan kekuasaanku itu, yang utama, adalah untuk perbaikan pendidikan. Negara kita jelas tertinggal dari negara tetangga sekitar. Ini sebahagian besar disebabkan kurang seriusnya kita mebenahi pendidikan. Ketidak seriusan itu kentara sekali, dan makin menjadi-jadi semenjak era otoda. Ini terlihat dari: 1. kurang pasnya cara perikrutan pejabat yang menangani pendidikan; guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, kepala dinas, dan para pembantunya 2. kurang seriusnya pengkajian dan tindak lanjut usaha pembenahan pendidikan, khususnya terkait soal proses belajar mengajar di kelas. 3. keringnya dunia pemerintahan, termasuk dari jajaran dinas pendidikan sendiri, dalam memberikan contoh pelaksanaan ‘akhlak mulia dan krakter terpuji’. a.d 1: Bila tidak menyerahkan sesuatu kepada ahlinya – tunggulah kehancuran, itu sudah di depan mata kita. Dikatakan; dinas pendidikan propinsi tidak mempunyai sekolah yang akan dibinanya langsung, tetapi dari dulu sampai sekarang dia masih saja menjadi rujukan dari sekolah di kab/ko, dan RSBI menjadi tanggungjawab pembinaannya, oleh karena itu para pejabat dan semua pengawas sekolahnya mestilah dirikrut, dan semaksimalnya mestilah dari mereka yang telah pernah menapaki semua anak tangga kependidikan: guru, wali kelas, wakil, kepsek, guru inti, instruktur, pengawas, kasi, kabid, dan kepala dinas. Porto-folio mereka mestilah yang bernilai baik dan punya komitmen terhadap pekerjaannya. a.d 2: Perikrutan yang kurang baik berdampak kepada: ketidak-penguasaan permasalahan teknis bidang pendidikan, arogansi pejabat, tidak menghargai proses, pendangkalan permasalahan, sampai kepada penyepelean penanganan permasalahan pendidikan dan mubazir. Peserta didik menjadi jauh dari: keterampilan proses belajar dan membaca, penghargaan kepada kebersihan dan kesehatan, serta akhlak mulia dan karakter terpuji. a.d 3: Pekerjaan mendidik yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak bangsanya terutama adalah dengan: mencontohkan dalam bentuk ‘ketauladanan’ Lalu apa yang dilihat anak kita di televisi saban hari. Tontonan apa yang kita berikan selain dari: berita-berita tentang korupsi, suap-menyuap, pertengkaran politik, kekerasan terorisme, pembunuhan sadis, kecelakaan lalulintas dan gaya hidup glamour. Lalu apa usaha kita untuk ‘meredam’ ini di tingkat propinsi ranah Minang ? Bukankah ini harus ditangani secara lebih serius, bukan ditataran permukaan dan seremonial saja…? Kekuasaan, kami GURU, tidak ada sebesar itu…. Walaupun kami cukup ramai namun kami belum disatukan. Ilmu dan pengabdian kami bagai lidi sapu yang lepas dari ikatannya, mengais-ngais sendiri dengan lefu ditertawakan orang-orang. Bila ingin kami berbuat secara signifikan, berikan kami pemimpin yang menguasai bidang pendidikan dan mampu menyatukan kami, bukan yang gemar melecehkan GURU. Seb.Padang, 8 Mei 2011



Yayasan Rangkiang Kinari
Desember 4, 2009, 1:59 pm
Filed under: Serba-serbi

YRK  Kini

Fekrynur, Sekretaris YRK

Setelah enam tahun berkiprah sejak didirikan tahun 2003 lalu, kini YRK telah mulai menampakkan ‘hasil-nya’,  di wajah anak nagari Kinari.

Setidaknya ada beberapa orang anak nagari, yang tadinya berstatus pelajar dan mahasiswa kategori cukup pintar dan terancam tidak dapat bersekolah, kini telah menyelesaikan studinya. Beberapa dari mereka, yang terpantau, malah telah berstatus sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS). Ini suatu hal yang sangat menggembirakan.

Dari kunjungan pengurus YRK ke Kinari, di hari raya Idul Adha 1430 lalu, ditemui:  

Tarmizi, S.Ag.

PNS di Kantor Bupati Dharmasraya, Bag. Kesra, tmt.2009 Dia adalah Alumni IAIN Imam Bonjol Padang, yang tadinya penerima beasiswa PAGI, pendahulu YRK

 

Anik Susilawati, S.Pd. yang alumni Jurusan Bhs Indonesia UNP menjadi

PNS, SMP 43 Sijunjung, di Kec. Kamang Baru, tmt 2008, mulai aktif Feb 2009.




Tarmizi

“Gadang juo mamfaatnyo. Pitihnyo tibo tiok semester; kadang-kadang pitih dak ado di rumah”, ujar putri dari Bugih dan Nurlaili yang berdomisili di Sw. Sundi itu, ketika Pak Nota mengatakan: “Kemampuan YRK membantu baru sekedar untuk bantuan uang semesteran Rp.700.000 / semester. Belum cukup besar…”




Anik

 

Wilia Oktavera, Cucu Nayan, juga dari Sw. Sundi. Dia kuliah di Jur. Sosiologi Antropologi. Kami tak sempat ketemu dia, namun CPNS, Guru SMA di Mukomuko Bengkulu Utara, tmt 2009 ini sedang berada di Mukomuko waktu kami mau ke rumahnya.

Rika Yulia, Dipl. III, Aknt.  (Politeknik Unand) Binti Rajo Nan Kayo

Krywn: Saudara Motor, di Solok. “Manggaleh Honda” karajo-e…

Sebetulnya sudah cukup banyak juga dari anak asuk kita di YRK yang berhasil dalam sekolahnya dengan baik. Namun karena kurangnya informasi balik kepada kami; maka baru ini yang bisa kami sampaikan. Kita punya alumni dari Universitas Negeri Jember,dari Unpad, Univ. Bung Hatta, Sekolah Tinggi Ilmu Alquran Padang, STAIN Batusangkar, dan berbagai SMA MAN dan SMK juga tentunya.




Adik Si Anik

Diharapkan para alumni ini menjadi pemicu semangat bagi adik-adik mereka dalam keluarga dan lingkungan mereka masing-masing.

Di sini, kami munculkan dua wajah cerah penuh pengharapan atas nama: Nurmita dan adik kandung Anik Susilawati.




Nurmita

Nurmita adalah penerima beasiswa, tingkat SMA, yang baru saja memulai perkuliahannya di Akbid Solok. Sedangkan si Adik masih di SMA 2 Bukit

Sundi. Tentu Anik sudah harus belajar ‘menggendong’ pembiayaan adiknya yang kini masih di SMA itu, bukan…?




Nurmita 

 

Kepada para penyumbang dana, yang tak mungkin disebutkan namanya satu-persatu, termasuk yang menyumbang buah fikiran, seperti Pa’Osu Amiruddin Sose, yang fotonya kami tampilkan dalam artikel ini, kami haturkan terima kasih tak berhingga…

MAJULAH KINARI.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.