Diarsipkan di bawah: Pendidikan
Guru Sumbar tak Boleh Magang ke LN
Padang, Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Gamawan Fauzi mengungkapkan, program magang dan studi banding sejumlah guru daerah ini ke luar negeri tidak diizinkan oleh Departemen Dalam Negeri (Depdagri). “Pada dasarnya program yang ditujukan untuk peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidik itu tidak diperkenankan Depdagri,” kata Gamawan di Padang, Minggu. Program yang akan didanai APBD Sumbar 2008 itu menjadi salah satu kegiatan yang dikoreksi oleh Depdagri dan anggarannya diminta untuk dialihkan mendanai kegiatan dalam rangka peningkatan layanan dasar kepada masyarakat.
Sebelumnya, Pemprov Sumbar dalam pembahasan APBD 2008 mengajukan program peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidik dengan mengikuti magang di Australia. Magang itu akan diberikan kepada guru-guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada satuan pendidikan bertaraf internasional. Selain itu juga diprogramkan studi banding guru bertaraf internasional dari Sumbar ke Beijing, Cina. Namun dua kegiatan itu tidak diperkenankan Depdagri, kata gubernur.
Atas kebijakan Depdagri itu, Pemprov Sumbar telah memberikan penjelasan dan disarankan oleh Depdagri untuk dilakukan rasionalisasi dengan tetap mempedomani Surat Edaran Mendagri No.098/3210/SJ tanggal 15 Desember 2004 perihal perjalanan dinas ke luar negeri.
Kemudian disarankan mempedomani Permendagri No.20/2005 tentang perjalanan dinas ke luar negeri bagi pejabat, pegawai di lingkungan Depdagri, pemerintah daerah, pimpinan dan anggota DPRD. Selain itu, harus mempedomani Instruksi Presiden No.11/2005 tentang perjalanan dinas ke luar negeri, tambah gubernur. Demikian Antara [Singgalang, 22 September 2008]
Tanggapan Ketua Rombongan Magang
Mestinya, orang daerah yang menginginkan kemajuan di bidang pendidikan dasar dan menengah tidak menerima begitu saja ‘aturan mendagri’ yang dikutip gubernur Gamawan Fauzi tersebut. Berikut penjelasan saya:
1. Dana APBD Propinsi Sumatra Barat yang dialokasikan melalui Disdik
Prop Sumbar melalui Unit Satuan Kerja Propinsi itu adalah untuk
Membina Pendidikan Dasar dan Menengah (SD, SMP dan SMA/SMK), yang
bisa diperluas juga untuk PAUD dan PLS. Namun yang disebut kedua
terakhir ini hanya diberi porsi tambahan saja dari porsi utama.
Yang mengherankan saya adalah: adanya Disdik Prop bagi-bagi beasiswa
S2 dan S3 bagi dosen dari PTN dan PTS yang ada di Sumbar, padahal
pengiriman guru magang ke LN katanya akan di larang. Sepertinya,
belanja anak kandung dikurang-kurangi guna dapat membiayai anak tiri.
2. Untuk tahun 2008 ini kita telah melakukan magang ke Perth, dengan
mengirim 19 orang guru MIPA SBI Sumbar. Diharapkan kita dapat
melakukan itu lagi di tahun- tahun anggaran 2009 dst. Kalau benar,
anggaran yang dikelola Disdik Prop untuk pendidikan dasar dan
menengah, khususnya sekolah yang ‘bertaraf internasional’ yang
pembinaannya berada di bawah Pemerintahan Provinsi.
3. Akan tetapi kita tersandung oleh aturan Mendagri tentang
pelarangan pejabat melakukan perjalanan ke luar negeri, seperti yang
dikatakan gubernur Gamawan Fauzi. Saya bisa paham tentang aturan itu
sepanjang itu pembatasan untuk pejabat pemerintahan; camat, sekda,
dan anggota DPRD. Saya tidak mengerti sampai dimana pemahaman
Mendagri tentang usaha memajukan pendidikan? Kenapa dia mengatur
perjalanan guru yang telah diatur juga oleh Mendiknas. Mungkinkah
karena ini terkait aturan APBD harus di setujui Mendagri terlebih
dahulu? Adakah wewenang mendagri mencampuri pengeluaran APBD, item
per-item?
Terima kasih.
Fekrynur,
Pengawas Sekolah Disdik Provinsi
Berbagai tanggapan di milinglist Komunitas Pemerhati Pendidikan (Pakguruonline)
From: Zamris Habib <zamrish@…>
Subject: [pakguruonline] Guru Sumbar tak Boleh Magang ke LN
To: pakguruonline@yahoogroups.com
Date: Tuesday, September 23, 2008, 1:32 PM
Pak Fekri, dan kawan2 Yth
Membaca keluhan2 dengan tidak diizinkannya guru2 untuk mengikuti training di LN saya hanya ingin mengingat kembalikepada Bapak Pemda bagaimana rencana pembangunan strategis yang dilaksanakan oleh Malaysia di tahun 70an. Mereka mengirimkan antara 10 sd. 20 % guru mereka ke berbagai negara secara bertahap (setiap tahun), untuk mengisi kekosongan mereka datangkan guru2 dari Indonesia. Lihat sekarang hasilnya bukan main, SDM kita jauh tertinggal dari Malaysia yang di tahun 70an kita lebih unggul dari mereka.. Kenapa Pemda tidak merencanakan mengirim setiap tahun 10 – 20 % guru2 kita ke berbagai negara sesuai dengan bidang studi mereka. Memang hasilnya baru bisa dilihat 15 tahun kedepan, tidak bisa kita harapkan hasilnya pada waktu pemilihan Kepala Daerah yang akan datang. Apalagi saya pernah dengar Gubernur kita pernah mengatakan Sumbar adalah Pabrik Otak bukan Otot, tolong buktikan ?
Best Regards,
Zamris Habib, Jakarta
http://educational- technology- forum.blogspot. com/
http://zamrishabib. wordpress. com/
|
Ha, kalau begitu perlu ada yang bicara dengan Mendagri, kok aneh beliau melarang anggaran APBD untuk guru SD-SMP tapi boleh untuk dosen yang bergelar S2-S3.
Kita amanahkan tugas ini kepada pak Mochtar Naim, yang selain masih jadi anggota DPD juga sedang maju lagi sebagai caleg dalam Pemilu 2009. Kalau beliau berhasil memperjuangkan masalah ini dengan Mendagri, bisa dipertimbangkan untuk dipilih lagi.
Selain itu saya harapkan Ajo Indra Jaya Piliang mencoba ‘maresek’ ke Depdagri. Bila berhasil, saya sarankan para guru di Dapil 2 Sumbar memilih beliau. Fastabiqul khairaat.
Saya ingin agar guru SD dan SMP kita setaraf dengan di luar negeri, karena beliau-beliaulah yang akan meletakkan fondamen untuk kaum terpelajar kita di masa datang. Untuk Pak Fasli Jalal, kan ada anggaran sendiri untuk pendidikan dosen ke S2 dan S3?
Wassalam,
Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: saaf10leo@…;
saafroedin.bahar@…
|
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Yth. Pak Fekry
Komentar oleh bustaminarda Maret 30, 2009 @ 8:18 amSalut atas perhatian dispora prop untuk peningkatan mutu kami “guru”…Saya adalah calon peserta magang guru MIPA “yang jika dana cukup ” insya allah ikut program ke Perth untuk tahun ini. Saya juga telah menikmati proram S2 bagi guru kualifikasi tahun 2006 yang juga didanai dispora Prop. Ternyata memang benar pendidikan itu dilema antara kenyataan dan harapan. Tidak heran jika bantuan dana yang diharapkan ke pemkab/kota sulit untuk didapatkan… Untuk level depdagri saja malah program ini seakan tidak begitu penting…
Mudah – mudah an yang duduk dalam pemerintahan Indonesia ke depan memang benar benar orang yang berkualitas.. yang bisa melihat visi ke depan dan meninjau sejarah untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Kami sebagai tenaga pendidik benar-benar memimpikan Input yang berkualitas sehingga bisa memfasilitasi mereka untuk sejajar di taraf Internasional. Dan untuk mimpi itu perjuangan terberat pun insyaallah akan dilewati “termasuk kemungkinan berpuasa di negara kangguru untuk mengadopsi sistem pembelajaran di negara maju karena keterbatasan biaya untuk makan”. Mudah2 an tekad yang di redhoi Allah ini bisa menggugah pemerintah di level apa saja .
Yth. Pak Fekry
Komentar oleh Nora Margaret, S.Si, M.Pd Maret 30, 2009 @ 8:23 amSalut atas perhatian dispora prop untuk peningkatan mutu kami “guru”…Saya adalah calon peserta magang guru MIPA “yang jika dana cukup ” insya allah ikut program ke Perth untuk tahun ini. Saya juga telah menikmati proram S2 bagi guru kualifikasi tahun 2006 yang juga didanai dispora Prop. Ternyata memang benar pendidikan itu dilema antara kenyataan dan harapan. Tidak heran jika bantuan dana yang diharapkan ke pemkab/kota sulit untuk didapatkan… Untuk level depdagri saja malah program ini seakan tidak begitu penting…
Mudah – mudah an yang duduk dalam pemerintahan Indonesia ke depan memang benar benar orang yang berkualitas.. yang bisa melihat visi ke depan dan meninjau sejarah untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Kami sebagai tenaga pendidik benar-benar memimpikan Input yang berkualitas sehingga bisa memfasilitasi mereka untuk sejajar di taraf Internasional. Dan untuk mimpi itu perjuangan terberat pun insyaallah akan dilewati “termasuk kemungkinan berpuasa di negara kangguru untuk mengadopsi sistem pembelajaran di negara maju karena keterbatasan biaya untuk makan”. Mudah2 an tekad yang di redhoi Allah ini bisa menggugah pemerintah di level apa saja .